1)
PKB (Pemeriksaan Kebuntingan)
dan Singkron
Hari / Tanggal :
Rabu 20 Juni 2012
Pukul :
03:30 s/d Selesai
Tempat :
Perigi Kec.Gerung
Hari / Tanggal :
Jum’at 22 Juni 2012
Pukul :
02:22 s/d Selesai
Tempat :
Gapuk Kec.Gerung
|
Alat
|
Bahan dan obat yang
digunakan
|
|
Spuit
|
Heksaplek
|
|
Ember
|
Hormon progesterone
|
|
|
Minyak atau vaselin atau
air sabun
|
Ø
Uraian kegiatan
-
Memasukkan sapi ke dalam
kandang jepit agar pemeriksaan mudah dilaksanakan.
-
Mengoleskan tangan dengan
bahan pelicin.
-
Melakukan palpasi rectal.
-
Mengeluarkan kotoran yang
ada di dalam anus.
-
Melakukan perabaan.
-
Setelah diketahui sapi
tersebut bunting maka diberikan tanda. tapi apabila tidak bunting diinjeksi dengan hormon progesteron atau biasa disebut Singkron.
-
Sapi yang bunting diberikan
injeksi menggunakan heksaplek dengan dosis 6 cc.
Ø
Hasil yang dicapai
-
Dari 25 induk sapi
diketahui 20 ekor bunting dan 5 ekor
disingkron
2)
BEF (bofine eimeral fever)
Hari / Tanggal :
Senin 18 Juni 2012
Pukul :
10:00 s/d Selesai
Tempat :
Luwuk Kec. Tempos
|
Alat
|
Bahan dan obat yang
digunakan
|
|
Spuit
|
Limoxin
|
|
|
Heksaplek
|
|
|
Silomidon
|
|
|
Daun turi
|
|
|
|
Ø
Uraian kegiatan
-
Melakukan injeksi pada bagian intra muscular dengan obat limoxi,
heksaplek, dan silomidon dengan masing-masing dosis 3 cc.
-
Kemudian diberi makan
dengan daun turi.
Ø
Hasil yang dicapai
-
Setelah diberikan makan
dengan daun turi, sapi tersebut langsung ada pergerakan dan beraktivitas
sebagaimana sapi normal lainnya.
3)
Thelazia (Cacing Mata)
Hari / Tanggal :
Senin 18 Juni 2012
Pukul :
11:00 s/d Selesai
Tempat :
Luwuk Kec. Tempos
|
Alat
|
Obat yang digunakan
|
|
Spuit
|
Limoxin (Antibiotik)
|
|
Pipet tetes
|
|
Ø
Uraian kegiatan
-
Meneteskan antibiotik sebanyak 0,5 cc pada mata
sapi penderita bagian kanan dan 0,5 cc pada mata kiri.
-
Kemudian injeksi pada bagian intra muscular dengan dosis 8 cc.
Ø
Hasil yang dicapai
-
Setelah dilakukan
pengobatan, sapi penderita tidak lagi mengeluarkan cairan yang berlebihan dari
matanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar