Rabu, 26 September 2012


1)   PKB (Pemeriksaan Kebuntingan) dan Singkron


Hari / Tanggal   : Rabu 20 Juni 2012
Pukul                : 03:30 s/d Selesai
Tempat             : Perigi Kec.Gerung

Hari / Tanggal   : Jum’at 22 Juni 2012
Pukul                : 02:22 s/d Selesai
Tempat             : Gapuk Kec.Gerung

Alat
Bahan dan obat yang digunakan
Spuit
Heksaplek
Ember
Hormon progesterone

Minyak atau vaselin atau air sabun




Ø  Uraian kegiatan
-          Memasukkan sapi ke dalam kandang jepit agar pemeriksaan mudah dilaksanakan.
-          Mengoleskan tangan dengan bahan pelicin.
-          Melakukan palpasi rectal.
-          Mengeluarkan kotoran yang ada di dalam anus.
-          Melakukan perabaan.
-          Setelah diketahui sapi tersebut bunting maka diberikan tanda. tapi apabila tidak bunting diinjeksi dengan hormon progesteron atau biasa disebut Singkron.
-          Sapi yang bunting diberikan injeksi menggunakan heksaplek dengan dosis 6 cc.
Ø  Hasil yang dicapai
-          Dari 25 induk sapi diketahui 20 ekor bunting dan 5 ekor disingkron

2)   BEF (bofine eimeral fever)

Hari / Tanggal   : Senin 18 Juni 2012
Pukul                : 10:00 s/d Selesai
Tempat             : Luwuk Kec. Tempos

Alat
Bahan dan obat yang digunakan
Spuit
Limoxin

Heksaplek

Silomidon

Daun turi


Ø  Uraian kegiatan
-          Melakukan injeksi pada bagian intra muscular dengan obat limoxi,  heksaplek, dan silomidon dengan masing-masing dosis 3 cc.
-          Kemudian diberi makan dengan daun turi.

Ø  Hasil yang dicapai
-          Setelah diberikan makan dengan daun turi, sapi tersebut langsung ada pergerakan dan beraktivitas sebagaimana sapi normal lainnya.

3)    Thelazia (Cacing Mata)
Hari / Tanggal   : Senin 18 Juni 2012
Pukul                : 11:00 s/d Selesai
Tempat             : Luwuk Kec. Tempos
Alat
Obat yang digunakan
Spuit
Limoxin (Antibiotik)
Pipet tetes

Ø  Uraian kegiatan
-          Meneteskan antibiotik sebanyak 0,5 cc pada mata sapi penderita bagian kanan dan 0,5 cc pada mata kiri.
-          Kemudian injeksi pada bagian intra muscular dengan dosis 8 cc.
Ø  Hasil yang dicapai
-          Setelah dilakukan pengobatan, sapi penderita tidak lagi mengeluarkan cairan yang berlebihan dari matanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar